Bursa saham Amerika Serikat Wall Street menutup perdagangan bervariasi pada Selasa (16/12/2025), dengan indeks utama menunjukkan pergerakan yang beragam di tengah sentimen data ekonomi dan tekanan di beberapa sektor. Hanya indeks Nasdaq Composite yang berhasil mencatatkan penguatan, sementara S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup melemah.
Pergerakan bursa akhir perdagangan dipengaruhi oleh hasil laporan tenaga kerja AS yang datang terlambat. Data tersebut menunjukkan penambahan lapangan kerja nonfarm payrolls di bulan November, meski angka pengangguran juga meningkat, memasukkan unsur ketidakpastian bagi pelaku pasar tentang arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve).
Pergerakan Indeks Utama
- Dow Jones turun sekitar 302 poin atau sekitar 0,62 persen.
- S&P 500 melemah sekitar 0,24 persen.
- Nasdaq Composite justru naik sekitar 0,23 persen.
Tekanan pada indeks S&P 500 terutama datang dari saham sektor kesehatan dan energi, yang mencatat penurunan cukup signifikan pada sesi tersebut. Penurunan harga minyak mentah global turut memberi tekanan pada performa saham sektor energi, sementara tekanan regulasi dan gabungan faktor fundamental ikut memengaruhi sektor kesehatan.
Sementara itu, saham di sektor teknologi yang menjadi komponen besar di Nasdaq menunjukkan daya tahan relatif lebih baik, membantu indeks ini menguat meski indeks lain terkoreksi. Analis menyebut, kekuatan sektor teknologi mencerminkan preferensi investor terhadap saham growth di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sentimen pasar juga masih dipengaruhi oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun depan. Kenaikan angka pengangguran serta hasil data tenaga kerja yang beragam membuat investor bersikap hati-hati sambil menunggu data ekonomi lebih lanjut sebelum memutuskan arah investasi jangka menengah.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu evaluasi risiko dan lakukan analisis sebelum membuat keputusan finansial.
