PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan hingga akhir November 2025, mencapai Rp2,91 triliun, naik 21,10 persen dibanding periode sebelumnya. Angka ini menunjukkan momentum positif dalam kinerja keuangan bank yang fokus pada pembiayaan perumahan dan segmen ritel.
Kenaikan laba bersih BTN merupakan hasil dari pertumbuhan pendapatan bunga, penyaluran kredit yang lebih tinggi, serta pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) yang kuat sepanjang tahun ini. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan strategi bisnis bank yang terus mengakselerasi layanan digital, efisiensi operasional, serta fokus pada sektor perumahan yang tetap menjadi pendorong utama permintaan kredit.
Sebelumnya, BTN telah melaporkan kinerja positif per Oktober 2025, dengan laba bersih Rp2,50 triliun, tumbuh sekitar 13,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang meningkat, serta pertumbuhan DPK yang cukup signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan didorong oleh konsistensi strategi bank dalam memperluas penyaluran kredit, terutama melalui program-program perumahan pemerintah, serta pengembangan layanan digital untuk meningkatkan pengalaman dan keterlibatan nasabah. Hal ini juga didukung oleh dorongan dari unit usaha digital dan peningkatan penetrasi produk ke segmen menengah ke bawah serta pelanggan korporasi.
Sejak awal tahun, BTN juga mencatat kinerja laba bersih tumbuh secara bertahap dari bulan ke bulan, termasuk pencapaian laba sekitar Rp2 triliun di periode sebelumnya, menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Pertumbuhan aset dan kredit yang stabil turut memperkuat fundamental bank menjelang penutupan tahun buku.
Pencapaian laba bersih Rp2,91 triliun hingga November 2025 ini mencerminkan kepercayaan pasar dan nasabah terhadap kinerja BTN, sekaligus menempatkan bank ini dalam posisi yang kuat di sektor perbankan nasional pada segmen pembiayaan perumahan. Penguatan kinerja keuangan tersebut diharapkan dapat berlanjut hingga akhir tahun, seiring dengan target pertumbuhan kredit yang masih tetap tinggi dan dukungan sektor perumahan di tengah kondisi ekonomi domestik.

