📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Bank Mandiri (BMRI) Rombak Dewan Komisaris untuk Perkuat Pengawasan di Tengah Ekspansi

Bank Mandiri (BMRI) Rombak Dewan Komisaris untuk Perkuat Pengawasan di Tengah Ekspansi

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 19 Desember 2025, sebagai langkah strategis memperkuat fungsi pengawasan di tengah percepatan ekspansi bisnis yang dijalankan bank milik negara tersebut.

Langkah ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk mengimbangi upaya ekspansi usaha dengan peningkatan tata kelola perusahaan (corporate governance) dan pengendalian risiko yang lebih kuat. Penguatan Dewan Komisaris dinilai penting mengingat Bank Mandiri memiliki peran strategis besar dalam mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional serta transformasi layanan perbankan di tengah dinamika pasar keuangan domestik dan global.

Advertisement
Advertisement

Susunan Dewan Komisaris Baru

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui beberapa pengangkatan nama baru di jajaran komisaris, antara lain:

  • Zulkifli Zaini ditunjuk sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Ia dikenal sebagai bankir senior dengan pengalaman panjang di sektor perbankan dan BUMN, termasuk pernah menjabat Direktur Utama Bank Mandiri (2010–2013) serta memegang berbagai posisi strategis di perusahaan sektor publik lainnya.
  • M. Rudy Salahuddin Ramto diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama. Rudy memiliki pengalaman luas di bidang kebijakan publik dan investasi, termasuk peran di sejumlah BUMN sebelum bergabung di Bank Mandiri.
  • B. Bintoro Kunto Pardewo menjadi Komisaris Independen. Bintoro dikenal memiliki rekam jejak di sektor moneter dan keuangan, termasuk pengalaman di Bank Indonesia serta lembaga jasa keuangan negara lainnya.

Alasan Perombakan dan Implikasi

Bank Mandiri menyatakan bahwa penyegaran Dewan Komisaris merupakan bentuk respons terhadap tantangan dan peluang yang dihadapi dalam fase ekspansi bisnisnya. Menurut Bank Mandiri, figur pengawas yang berpengalaman diperlukan untuk memastikan keputusan strategis berjalan selaras dengan prinsip tata kelola dan kepentingan publik, sekaligus memperkuat manajemen risiko internal seiring percepatan pertumbuhan usaha.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menekankan bahwa keputusan RUPSLB ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah pengelolaan perusahaan dan keyakinan bersama bahwa bank dapat mengakselerasi kinerja secara berkelanjutan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Signifikansi di Tengah Ekspansi

Penguatan struktur pengawasan ini dipandang penting oleh analis dan pemangku kepentingan lain, karena industri perbankan tengah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari dinamika suku bunga, transformasi digital, hingga persaingan ketat di segmen layanan keuangan. Bank Mandiri berada di posisi sentral sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, sehingga penguatan Dewan Komisaris berpotensi menjadi faktor stabilisasi dalam pengambilan keputusan strategis jangka panjang.

Perubahan komposisi Dewan Komisaris ini diharapkan dapat memperkuat risk management dan mendukung langkah ekspansi yang selektif dan terukur, sejalan dengan target pertumbuhan bisnis Bank Mandiri pada 2026 ke depan.

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *