📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

PTMP Laporkan Kinerja Keuangan Nyaris Ambruk

PTMP Laporkan Kinerja Keuangan Nyaris Ambruk

PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mencatatkan kerugian bersih signifikan sebesar Rp39,4 miliar pada kuartal III tahun 2025. Hasil ini menunjukkan pelemahan kinerja yang bersifat struktural, berbeda dengan periode yang sama tahun sebelumnya dimana perusahaan masih meraih laba bersih Rp10,7 miliar.

Pendapatan perusahaan selama periode tersebut tercatat sebesar Rp147,6 miliar. Secara produk dan penetapan harga, perusahaan masih menunjukkan daya saing dengan membukukan laba kotor Rp46,3 miliar atau setara dengan margin kotor sebesar 31% dari total pendapatan. Namun, masalah utama muncul setelah laba kotor ini.

Advertisement
Advertisement

Beban operasional yang tinggi menyebabkan perusahaan mengalami rugi usaha sebesar Rp20,5 miliar. Tekanan operasional semakin terlihat dari kinerja Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang juga negatif sebesar Rp13,3 miliar. Kondisi ini menunjukkan arus kas operasional inti tidak mampu menutup biaya dasar operasional sebelum memperhitungkan bunga dan pajak. Kerugian bersih per saham mencapai Rp12,30.

Selain ketidakmampuan menghasilkan laba, kondisi keuangan PTMP juga mengkhawatirkan terkait likuiditas. Kas perusahaan berada pada posisi tipis, hanya Rp4,2 miliar. Tingkat kas yang rendah ini memperkecil ruang manuver perusahaan, terutama jika tekanan operasional berlanjut atau membutuhkan tambahan modal kerja.

Meskipun struktur neraca secara permukaan masih terlihat seimbang dengan total aset Rp290,2 miliar dan ekuitas Rp190,1 miliar, serta rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity) pada level 0,53, rasio tersebut tidak lagi menggambarkan kesehatan yang sebenarnya. Rasio utang terhadap EBITDA yang negatif dan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar minus 3,66 kali memperlihatkan bahwa aset dan modal yang ada tidak mampu menghasilkan arus kas cukup untuk menutup kewajiban.

Pengembalian atas aset (ROA) tercatat minus 13,57% dan pengembalian atas ekuitas (ROE) minus 20,71%, menandai bahwa sumber daya perusahaan justru menjadi sumber kerugian. Dari sisi valuasi pasar, saham PTMP dengan kode emiten PTMP diperdagangkan di harga Rp83 per saham pada saat pelaporan, menghasilkan Price to Book Value (PBV) sebesar 1,38 kali, yang berarti masih diperdagangkan di atas nilai buku meskipun fundamental tertekan.

Data kuartal III-2025 mengindikasikan PT Mitra Pack Tbk sedang berada dalam fase transisi yang sulit. Meski masih memiliki margin kotor dan struktur modal belum runtuh, efisiensi operasional serta kemampuan menghasilkan arus kas telah melemah secara signifikan. Perbaikan nyata pada tingkat operasional, terutama dalam hal efisiensi biaya untuk mengembalikan EBITDA ke zona positif, menjadi kunci agar perusahaan dapat keluar dari fase kerugian yang semakin dalam dan menghindari tekanan berlanjut terhadap likuiditas dan ekuitas. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *