📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Trump Berencana Taruhan Besar US$100 Miliar di Migas Venezuela

Trump Berencana Taruhan Besar US0 Miliar di Migas Venezuela

Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghidupkan kembali industri minyak Venezuela diperkirakan menjadi proyek berisiko tinggi dengan investasi sangat besar. Analis menyatakan kebangkitan sektor migas negara tersebut memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan dana melebihi USD100 miliar akibat infrastruktur yang rusak parah.

Infrastruktur migas Venezuela saat ini dinilai jauh dari siap menopang produksi skala besar setelah mengalami kerusakan akibat korupsi, minim investasi, kebakaran, dan pencurian aset. Francisco Monaldi, Direktur Kebijakan Energi Amerika Latin di Rice University, menyatakan pemulihan produksi ke level puncak era 1970-an memerlukan komitmen jangka panjang. “Perusahaan seperti Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips perlu menginvestasikan USD10 miliar per tahun selama sepuluh tahun,” jelas Monaldi kepada Bloomberg.

Advertisement
Advertisement

Venezuela menyimpan cadangan minyak terbesar dunia, namun produksinya anjlok dari hampir 4 juta barel per hari pada 1974 menjadi sekitar 1 juta barel saat ini. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan keyakinan perusahaan minyak AS akan tertarik mengeksploitasi minyak berat Venezuela untuk kilang di Teluk Meksiko. “Akan ada permintaan dan ketertarikan luar biasa dari sektor swasta jika mereka diberi ruang beroperasi,” ujarnya dalam wawancara dengan ABC.

Lino Carrillo, mantan manajer Petroleos de Venezuela SA, menekankan stabilitas politik sebagai prasyarat mutlak investasi. “Harus ada parlemen baru sebagai kondisi investasi serius. Situasi sekarang jelas tidak memadai,” tegasnya. Bukti kerusakan infrastruktur terlihat pada pelabuhan tempat pengisian kapal supertanker ke China yang memakan waktu lima hari kini, padahal sebelumnya hanya satu hari. Di Cekungan Orinoco yang menyimpan hampir setengah triliun barel minyak, banyak rig ditinggalkan disertai tumpahan minyak tak terkendali dan penjarangan alat berat.

Produksi Venezuela saat ini sangat bergantung pada Chevron yang menyumbang 25% output nasional melalui lisensi khusus. Exxon Mobil dan ConocoPhillips dinilai paling siap membantu pemulihan meski pernah hengkang setelah nasionalisasi aset era Hugo Chavez. Exxon menyatakan akan mempertimbangkan investasi jika kondisi tepat, sementara Chevron menekankan fokus pada keselamatan karyawan dan perlindungan aset.

Ketidakpastian politik masih membayangi transisi Venezuela dengan sanksi AS dan blokade laut tetap berlaku. Clayton Seigle dari Center for Strategic and International Studies memperkirakan perusahaan minyak akan menyusun rencana tanpa komitmen penuh sebelum stabilitas terjamin. Tantangan lain muncul dari surplus minyak global dengan harga rendah ditambah tunggakan pembayaran miliaran dolar ke perusahaan atas aset yang disita era Chavez. Kevin Book dari ClearView Energy Partners menyimpulkan peluang tetap terbuka jika ditawarkan persyaratan sangat menarik untuk mengimbangi risiko ekstrem, asalkan muncul tanda-tanda stabilitas dan kontrak menguntungkan. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *