📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Penjualan Motor Listrik 2025 Turun Hadapi Tantangan Tanpa Subsidi

Penjualan Motor Listrik 2025 Turun Hadapi Tantangan Tanpa Subsidi

Penjualan motor listrik di Indonesia mencapai 55.059 unit pada tahun 2025 meskipun tanpa dukungan insentif dari pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, menilai capaian tersebut cukup positif mengingat berbagai tantangan industri yang dihadapi.

Budi Setiyadi menyatakan bahwa angka penjualan sekitar 55 ribu unit itu merupakan hasil yang maksimal tanpa intervensi pemerintah. Ia menjelaskan bahwa realisasi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penjualan tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit, dimana saat itu pasar terdorong oleh adanya insentif, atau terjadi penurunan sekitar 22 ribu unit. “Tanpa ada intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat, itu sudah cukup maksimal,” jelas Budi.

Advertisement
Advertisement

Perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tren yang berfluktuasi namun cenderung menunjukkan perkembangan positif dalam jangka panjang. Pada 2023, penjualan tercatat sebanyak 62.049 unit. Pertumbuhan signifikan terlihat dari lonjakan penjualan pada 2023 yang mencapai 62.049 unit, naik tajam dibandingkan 2022 yang hanya 17.198 unit atau terjadi kenaikan sebesar 44.851 unit.

Industri motor listrik nasional terus berkembang di tengah tantangan tanpa insentif. Budi menyoroti masuknya beberapa merek baru ke pasar Indonesia pada tahun 2025. Kehadiran merek-merek baru ini, didukung oleh gencarnya promosi dari pemerintah dan Agen Pemegang Merek (APM) otomotif listrik, dinilainya ikut menarik minat konsumen terhadap produk elektrifikasi dua roda. “Itu juga berpengaruh besar kepada minat masyarakat untuk membeli motor listrik,” sambungnya.

Perkembangan industri ini tercermin pula dari bertambahnya anggota Aismoli. Saat ini tercatat ada 35 merek yang menjadi anggota asosiasi tersebut, mencakup produsen motor listrik maupun sepeda listrik. Meski hampir seluruh merek motor listrik utama telah menjadi anggota, menurut Budi, masih banyak produsen sepeda listrik yang belum bergabung dengan hanya sekitar 13 pabrik yang sudah menjadi anggota hingga saat ini.

Indikator lain yaitu ketertarikan investor asing juga menunjukkan prospek yang menjanjikan. Budi mengungkapkan bahwa masih banyak merek baru, terutama dari China dan Korea, yang tertarik berinvestasi atau memusatkan industri motor listrik dan baterai di Indonesia, yang terus melakukan komunikasi dengan pihak Aismoli. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *