📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Lima Saham Anjlok Saat IHSG Menguat

Lima Saham Anjlok Saat IHSG Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2025. IHSG ditutup menguat 74 poin atau 0,84 persen ke level 8.933.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 8.839 hingga 8.940. Total nilai transaksi di pasar mencapai Rp33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 677 juta lot dan frekuensi transaksi 4,36 juta kali. Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, tekanan jual masih cukup terlihat pada beberapa saham di papan reguler. Berikut adalah lima saham yang mengalami penurunan terdalam pada penutupan:

Advertisement
Advertisement

* Saham MPXL terkoreksi 36 poin atau 14,40 persen menjadi Rp214.
* Saham KLAS mengalami tekanan dan turun 17 poin atau 14,29 persen menjadi Rp102.
* Saham CPRO melemah 12 poin atau 13,95 persen ke harga Rp74.
* Saham YOII turun 15 poin atau 11,54 persen ke level Rp115.
* Saham PORT melemah 155 poin atau 11,23 persen menjadi Rp1.225.

Di sisi lain, sebagian besar sektor pasar saham mencatatkan kinerja positif secara merata selama sesi hari tersebut. Kepemimpinan penguatan didominasi oleh sektor basic industry yang naik 3,35 persen, menempati posisi teratas sektor terbaik. Penguatan ini mengungguli sektor industrial yang meningkat 2,14 persen dan sektor energi yang menguat 1,62 persen. Kinerja positif juga terjadi pada sektor teknologi dengan kenaikan 1,57 persen, disusul sektor properti yang naik 1,34 persen. Sektor non-cyclical juga berada di zona hijau dengan penguatan 0,73 persen, sementara sektor keuangan meningkat 0,66 persen.

Penguatan yang lebih terbatas terjadi pada sektor infrastruktur yang hanya menanjak 0,86 persen. Sektor cyclical naik tipis 0,22 persen dan kinerja sektor kesehatan hanya meningkat sedikit sebesar 0,17 persen. Kondisi tersebut berbeda dengan sektor transportasi yang tercatat sebagai satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah dengan penurunan sebesar 0,89 persen. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *