📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Daftar Perusahaan Otomotif Terbesar Berganti, Beberapa Keluar

Daftar Perusahaan Otomotif Terbesar Berganti, Beberapa Keluar

## Badai Besar Kapitalisasi Pasar Otomotif Dunia: BMW Naik, Porsche Tumbang

Peta kapitalisasi pasar produsen mobil global mengalami pergeseran signifikan per akhir 2025. Meski Tesla, Toyota, Xiaomi, dan BYD kokoh mempertahankan posisi empat besar, terjadi perubahan peringkat di perusahaan-perusahaan lain, termasuk beberapa produsen Tiongkok yang kinerjanya beragam.

Advertisement
Advertisement

Berdasarkan data dari CLS yang dilansir CarNewsChina, BMW, Mercedes-Benz, dan Volkswagen tercatat naik peringkat dalam daftar produsen mobil terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar ini. Namun, Porsche justru terlempar keluar dari jajaran sepuluh besar internasional. Komposisi sepuluh besar juga mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan Maruti Suzuki India menduduki peringkat kesepuluh. Hanya tersisa dua perusahaan Tiongkok yang berhasil bertahan di kelompok elit sepuluh besar itu.

Dinamika berbeda terjadi pada lapisan produsen otomotif Tiongkok di peringkat menengah. Seres Group naik satu tingkat ke posisi ke-18 secara global dengan nilai pasar 30,15 miliar dolar AS. Begitu pula dengan Great Wall Motor yang naik ke posisi ke-20 bernilai 27,71 miliar dolar AS dan Geely Automobile yang merangkak dua tingkat ke peringkat ke-22 dengan kapitalisasi pasar 24,64 miliar dolar AS. Di sisi lain, SAIC Motor mengalami penurunan signifikan, turun empat tingkat ke posisi ke-21 dengan kapitalisasi pasar 25,03 miliar dolar AS. Chery Automobile, yang baru mencatatkan saham di bursa pada 25 September, berada di peringkat ke-24 dengan nilai pasar 23,03 miliar dolar AS. Jumlah keseluruhan perusahaan Tiongkok dalam daftar 50 produsen mobil terbesar dunia turun menjadi 19 perusahaan pada akhir 2025, dari sebelumnya 21 perusahaan di tahun 2024.

Tesma terus memimpin sebagai produsen mobil dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Toyota konsisten di peringkat kedua, disusul Xiaomi di tempat ketiga dengan nilai pasar 131,49 miliar dolar AS dan BYD di peringkat keempat bernilai 130,23 miliar dolar AS. Pendiri sekaligus ketua dan kepala eksekutif Xiaomi, Lei Jun, pada siaran langsung tanggal 3 Januari menyatakan perusahaan akan mengalokasikan lebih banyak fokus manajemen ke bisnis otomotif pada 2026. Beliau juga mengonfirmasi target pengiriman 550.000 kendaraan tahun depan setelah Xiaomi Auto berhasil mengirimkan lebih dari 410.000 unit sepanjang tahun 2025.

Sementara itu, BYD menunjukkan kinerja penjualan yang kuat. Sepanjang 2025, produsen asal Tiongkok itu melaporkan penjualan kendaraan energi baru sebanyak 4.602 juta unit, mencakup 2.2567 juta kendaraan listrik bertenaga baterai. Angka penjualan energi baru BYD tersebut melampaui penjualan Tesla yang mencapai 1,64 juta unit untuk kendaraan listrik dalam periode sama. Memasuki tahun baru ini, sejumlah produsen mobil semakin giat menguji pengemudian otomatis Level 3 atau mengajukan regulasinya, terkait perkembangan kebijakan yang akan berpengaruh pada pasar kendaraan penumpang global tahun 2026. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *