📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Saham DEWA Naik Ditemani Harapan Tinggi

Saham DEWA Naik Ditemani Harapan Tinggi

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalami reli signifikan, melonjak lebih dari 21 persen dalam sepekan terakhir hingga mencatatkan harga di kisaran Rp815. Kenaikan cepat ini menarik minat investor ritel dan memunculkan spekulasi jangka pendek hingga menengah. Pergerakan harga ini menjauhkan DEWA dari level historisnya, bahkan melampaui proyeksi kinerja yang baru diharapkan terealisasi satu hingga dua tahun ke depan.

Secara teknikal, per 6 Januari 2026, pergerakan saham DEWA konsisten di atas rata-rata pergerakan 50 dan 100 hari. Pola harga menunjukkan akselerasi setelah periode konsolidasi panjang dengan volatilitas yang melebar, mengindikasikan fase re-rating oleh pasar.

Advertisement
Advertisement

Ekspektasi terhadap lonjakan kinerja keuangan menjadi pendorong utama reli ini. Analis Henan Putihrai Sekuritas memproyeksikan laba bersih DEWA pada tahun 2025 melonjak 2.448 persen menjadi Rp418 miliar, dari hanya Rp16,4 miliar di tahun sebelumnya. Proyeksi pertumbuhan agresif ini berlanjut hingga 2026, dengan perkiraan laba bersih mencapai Rp515 miliar didukung pendapatan sekitar Rp6,5 triliun. Proyeksi tersebut didasari penilaian bahwa perbaikan struktural di perusahaan mulai membuahkan hasil.

Lonjakan laba yang tajam memposisikan DEWA sebagai emiten turnaround story, bertransformasi dari perusahaan dengan margin tipis menjadi kontraktor tambang dengan pengendalian biaya lebih kuat. Analis menekankan bahwa peningkatan kinerja ini didukung perubahan model operasional, terutama dalam eksekusi proyek melalui peningkatan produksi, efisiensi, dan ekspansi kontrak.

Perubahan signifikan terlihat pada strategi mengurangi ketergantungan pada subkontraktor. Hingga September 2025, DEWA mengeksekusi 125 juta bcm pekerjaan secara mandiri, meningkat tajam. Sebaliknya, volume pekerjaan subkontraktor turun 32,9 persen menjadi 36,4 juta bcm dari sebelumnya 61,9 juta bcm. Pergeseran ini memberi kontrol lebih besar atas biaya, produktivitas, dan kualitas pekerjaan. Dari sisi aset, perusahaan telah menerima seluruh unit alat berat XCMG yang dipesan, menjadi fondasi penting bagi kapasitas produksi meski sempat terhambat cuaca ekstrem.

Pasar mulai membangun narasi perubahan fundamental pada DEWA. Namun, harga saham telah bergerak lebih cepat dibanding pembuktian kinerja. Valuasi DEWA naik signifikan dengan Price to Earnings (TTM) sekitar 194,95 dan Price to Book Value mencapai 6 kali, menempatkannya di zona premium dibanding emiten sektoral sejenis. Kondisi ini mengindikasikan pasar sedang mendiskon pertumbuhan laba masa depan secara agresif.

Jurang muncul dari konsensus analis, dimana target harga rata-rata berada di Rp640 (tertinggi Rp750, terendah Rp509), berarti harga pasar saat ini telah melampaui estimasi tertinggi tersebut. Reli DEWA lebih mencerminkan optimisme pasar terhadap masa depan ketimbang kinerja terealisasi. Risiko utama kini bergeser pada kemampuan perusahaan memenuhi ekspektasi tinggi tersebut.

Jika realisasi laba 2025 dan 2026 sesuai proyeksi, valuasi tinggi bisa terjustifikasi. Namun, keterlambatan proyek, gangguan operasional, atau tekanan biaya berpotensi memicu koreksi harga cepat seiring penyesuaian ekspektasi pasar. Saham DEWA kini berada di fase krusial dimana pasar telah memberi kepercayaan lebih dulu, menuntut perusahaan membuktikan transformasi operasionalnya melalui angka nyata. Ruang toleransi terhadap kekecewaan semakin menyempit meski reli berpotensi berlanjut. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *