Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif pada perdagangan Rabu pagi, 7 Januari 2026. Hingga pukul 09.00 WIB, indeks utama Bursa Efek Indonesia tercatat berada pada level 8.962,96, naik 29,35 poin atau menguat 0,33% dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG membuka perdagangan di level 8.959,09 pada pagi itu. Sepanjang sesi awal, indeks bergerak dalam kisaran terbatas, menyentuh level tertinggi di 8.970,87 dan terendah di 8.959,05. Total volume transaksi yang terjadi di seluruh pasar mencapai 14,12 miliar lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp928,77 triliun dari 126.970 transaksi. Di pasar reguler, volume transaksi tercatat sebanyak 14,09 miliar lot dengan nilai Rp914,34 triliun dari 126.950 kali transaksi.
Investor asing menunjukkan kecenderungan melakukan akumulasi saham dengan nilai pembelian sebesar Rp8,96 triliun dan nilai penjualan Rp8,37 triliun. Hal ini menghasilkan pembelian bersih oleh asing (net foreign buy) di seluruh pasar sebesar Rp590,94 miliar. Terutama di pasar reguler, pembelian bersih mereka bahkan mencapai Rp911,41 miliar, meski diimbangi penjualan bersih di segmen tunai dan negosiasi sebesar Rp320,47 miliar. Proporsi transaksi investor asing menyumbang sekitar 25,36% dari total nilai transaksi, sementara investor domestik mendominasi dengan porsi 74,64%.
Persaingan sektoral memperlihatkan dominasi penguatan. Sektor industri dasar menjadi yang terkuat dengan kenaikan 1,84%, disusul oleh sektor energi yang naik 0,72% dan sektor teknologi yang meningkat 0,69%. Sektor industri, properti, keuangan, transportasi, dan barang konsumen siklikal juga masing-masing mengalami kenaikan antara 0,25% hingga 0,46%. Sementara itu, sektor infrastruktur relatif datar dengan kenaikan tipis 0,03%. Tekanan terjadi pada sektor kesehatan yang terkoreksi 0,07% dan barang konsumen non-siklikal yang melemah tipis 0,04%.
Saham-saham unggulan turut mempengaruhi dinamika pasar. RAJA (PT Rukun Raharja Tbk) naik 4,38% ke level Rp7.750. Pergerakan saham gainer terbesar dipimpin oleh AKSI (PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk) dari sektor pertambangan yang melonjak 24,49% ke Rp605, disusul INPC (PT Bank Artha Graha Internasional Tbk) yang naik 21,14% ke Rp298, BSIM (PT Bank Sinarmas Tbk) meningkat 18,58% ke Rp1.340, BBSS (PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk) melonjak 18,40% ke Rp740, dan OPMS (PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk) yang menguat 12,56% ke Rp224.
Sebaliknya, tekanan jual tertinggi terlihat pada MPXL (PT MPX Logistics International Tbk) yang terkoreksi 10,75% ke Rp191, ASGR (PT Astra Graphia Tbk) yang turun 6,27% ke Rp1.195, PHBC (PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk) yang melemah 5,85% ke Rp386, EAST (PT Eastparc Hotel Tbk) yang turun 5,71% ke Rp99, dan KLIN (PT Klinko Karya Imaji Tbk) yang terkoreksi 5,00% ke Rp171. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

