📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

STRK Perluas Pasar Global dengan Minuman COCO BALI

STRK Perluas Pasar Global dengan Minuman COCO BALI

PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), emiten sektor makanan dan minuman, mempercepat strategi ekspansi bisnis global melalui pengembangan produk minuman siap saji COCO BALI. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas portofolio dan menangkap peluang di industri minuman global yang sedang berkembang.

Perkembangan industri minuman siap saji menunjukkan tren positif, didorong perubahan gaya hidup konsumen global yang semakin mengutamakan kepraktisan, kesehatan, dan transparansi bahan baku. Kondisi ini membuka peluang bagi merek lokal beridentitas kuat, termasuk produk dengan narasi kedaerahan seperti Bali, untuk masuk pasar global. COCO BALI adalah produk ready to drink hasil kolaborasi antara PT Lovina Beach Brewery Tbk dan COCO BALI PTE LTD yang berbasis di Singapura. Kolaborasi ini mencakup pengembangan tiga merek untuk pasar global: COCO BALI RTD, CLARISSA Liqueur, dan LIBARRON Whisky.

Advertisement
Advertisement

Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, Bona Budhisurya, menyatakan ekspansi ini sejalan dengan prospek industri makanan minuman nasional yang masih tumbuh. “Konsumen sekarang semakin selektif. Faktor seperti kandungan gula, bahan baku, dan fungsi produk menjadi pertimbangan utama,” kata Bona melalui pernyataan tertulis Rabu, 7 Januari 2026. Ia menjelaskan COCO BALI RTD menggunakan bahan alami seperti sparkling agave dan golden salak berbasis coconut kopyor. Sejumlah bahan baku diperoleh dari perkebunan agave perusahaan di Nusa Penida, Bali, untuk menjaga keterkaitan produk dengan daerah asal dan memperkuat nilai cerita.

COCO BALI RTD tidak hanya menyasar ritel modern tetapi juga sektor hospitality seperti hotel, beach club, dan travel retail. Strategi distribusi ini dinilai efektif menjangkau wisatawan internasional yang berkunjung ke Bali, berpotensi membawa produk ke pasar luar negeri. CLARISSA Liqueur dikembangkan untuk segmen minuman beralkohol premium berkarakter rasa lebih ringan sebagai alternatif berbeda. Sementara LIBARRON Whisky diproduksi di Bali dengan pendekatan kolaboratif untuk pasar global, dan sempat meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas kolaborasi edisi terbatas bertema Starry Night dengan Museum Van Gogh sejumlah 1.889 botol.

Ekspansi bisnis ini beriringan dengan kenaikan kuat harga saham STRK di pasar modal. Dalam setahun terakhir hingga tanggal 7 Januari 2026, harga sahamnya melonjak sekitar 292 persen ke level Rp 196. Pengembangan ketiga merek tersebut menunjukkan strategi jangka panjang perseroan memperluas peran Bali tidak hanya sebagai destinasi pariwisata tapi juga basis produksi minuman berdaya saing global. Natalia Sumasto Tjia, Creative Director COCO BALI RTD, menekankan pengembangan produk mempertimbangkan pengalaman konsumen menyeluruh. “Kami ingin menghadirkan rasa yang khas Bali, tetapi dikemas dalam format sesuai gaya hidup modern,” ucapnya. Distribusi produk juga memanfaatkan kanal hospitality untuk efektif menjangkau pasar internasional di Bali. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *