📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

IUP 10.000 Hektare Belum Dieksplorasi RMKE

IUP 10.000 Hektare Belum Dieksplorasi RMKE

PT RMK Energy Tbk (RMKE) menyatakan tidak melakukan aktivitas eksplorasi batubara pada anak usahanya, PT Truba Bara Banyu Enim, selama periode Oktober hingga Desember 2025. Keputusan ini disebabkan belum selesainya proses pembebasan lahan di wilayah izin usaha pertambangan perusahaan.

Manajemen RMKE menyatakan penundaan eksplorasi ini merupakan kebijakan berdasarkan pertimbangan keekonomian proyek. Dalam laporan kegiatan eksplorasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan menjelaskan bahwa nilai kompensasi lahan yang dituntut sebagian pemilik berpotensi menurunkan kelayakan ekonomi pengembangan batubara di area tersebut.

Advertisement
Advertisement

Berdasarkan laporan eksplorasi Triwulan IV-2025, PT Truba Bara Banyu Enim sama sekali tidak merealisasikan pemboran eksplorasi. Perusahaan mencatat seluruh parameter kegiatan eksplorasi menunjukkan nilai nol untuk periode tersebut.

“Seluruh parameter kegiatan tercatat nol, termasuk jumlah lubang bor, total kedalaman pemboran, pengambilan sampel kualitas, serta kegiatan geoteknik,” bunyi catatan eksplorasi perusahaan yang dirilis pada Rabu, 7 Januari 2026. Tidak adanya aktivitas lapangan ini mengakibatkan biaya eksplorasi yang dikeluarkan selama periode Oktober-Desember 2025 juga tercatat nihil.

PT Truba Bara Banyu Enim menguasai wilayah izin usaha pertambangan seluas sekitar 10.220 hektare di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Area ini terdiri dari tiga blok eksplorasi: Blok A Leukukam, Blok B Pinang, dan Blok C Benakat. Saat ini, seluruh blok tersebut masih berada pada tahap eksplorasi dan belum memasuki fase pengembangan produksi.

Secara teknis, perseroan telah menyiapkan metode eksplorasi berupa pemboran langsung yang dikombinasikan dengan electrical logging untuk mengumpulkan data ketebalan dan kontinuitas lapisan batubara. Namun, metode tersebut belum dapat diterapkan di lapangan karena kegiatan eksplorasi operasional belum bisa dimulai akibat hambatan pembebasan lahan.

Memasuki Triwulan I-2026, RMKE mengindikasikan tetap akan memfokuskan kegiatan anak usahanya pada penyelesaian proses pembebasan lahan dan evaluasi perencanaan teknis. Dalam laporan rencana eksplorasinya, perusahaan menyatakan belum menetapkan target pemboran maupun anggaran eksplorasi di awal tahun 2026 sambil menunggu tercapainya kesepahaman dengan para pemangku kepentingan terkait kompensasi lahan. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *