PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah mengalokasikan anggaran eksplorasi sebesar Rp 27,15 miliar pada Triwulan IV 2025 untuk wilayah tambang yang sedang beroperasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Program eksplorasi ini akan terus berjalan sepanjang Triwulan I 2026 dan tahun 2026. Pelaporan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PTBA, Eko Prayitno, untuk memenuhi ketentuan pelaporan bursa.
Kegiatan eksplorasi periode Oktober sampai Desember 2025 tersebut sepenuhnya terpusat di Tanjung Enim Mining Site. Seluruh biaya yang telah dikeluarkan mencapai Rp 27,15 miliar dan masih bersifat belum diaudit. Pelaksanaan eksplorasi dilakukan oleh tim internal perusahaan bersama kontraktor jasa pengeboran.
Rangkaian aktivitas eksplorasi mencakup pemetaan geologi, pengeboran, logging geofisika, pengambilan serta pengujian sampel batubara dan batuan, termasuk pemantauan Top of Coal dan Bottom of Coal. Tujuan keseluruhan kegiatan adalah mendukung kebutuhan data geologi di area tambang aktif perusahaan.
Pada segmen pengeboran, perseroan berhasil mengeksekusi 95 titik bor dengan akumulasi kedalaman mencapai 19.142 meter. Pengeboran ini dilaksanakan di empat Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP): Air Laya, Muara Tiga Besar, Banko Barat, dan Banko Tengah B. Pekerjaan ini ditujukan untuk mensupport kegiatan infill drilling di tambang aktif sekaligus memperluas cakupan area eksplorasi.
Selain itu, PTBA melakukan logging geofisika pada semua 95 titik bor tersebut dengan total panjang 17.012 meter. Kegiatan ini penting untuk melengkapi informasi bawah permukaan, guna meningkatkan akurasi pemodelan geologi dan pemahaman atas karakteristik lapisan batubara.
Untuk mengendalikan kualitas, perusahaan mengambil 950 contoh (conto) batubara yang bersumber dari inti bor dan front tambang. Pengambilan sampel juga meliputi 210 conto batuan untuk pengujian tingkat keasaman serta 440 conto batuan guna uji mekanika batuan. Seluruh aktivitas pengambilan sampel dilakukan di lima wilayah IUP yang berlokasi di Tanjung Enim.
Perseroan juga merealisasikan monitoring pengukuran Top of Coal dan Bottom of Coal, mencakup area seluas 476 hektare. Pemantauan ini dilakukan guna menjamin ketepatan identifikasi batas lapisan batubara pada area-area tambang yang sedang berproduksi.
PTBA menyatakan bahwa mayoritas kegiatan eksplorasi yang telah dilaksanakan pada triwulan akhir 2025 akan terus berlanjut pada Triwulan I dan sepanjang tahun 2026 di Tanjung Enim. Rencana tindak lanjut mencakup kelanjutan kegiatan pengeboran, logging geofisika, pengambilan sampel, serta aktivitas eksplorasi pendukung lainnya. Sementara itu, untuk area pertambangan anggota Grup PTBA, yaitu PT Internasional Prima Coal, tidak dilakukan aktivitas eksplorasi lanjutan selama tahun 2025. Fokus eksplorasi perseroan saat ini seluruhnya berada di wilayah inti Tanjung Enim. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

