Bitcoin mengalami penurunan signifikan pada Kamis (8 Januari 2026), melanjutkan tren koreksi yang sudah terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Kripto terbesar dunia itu turun sekitar 2 hingga 2,5 persen, menembus level psikologis USD92.000 dan menyentuh area USD91.000. Penurunan terjadi bersamaan dengan penyusutan kapitalisasi pasar kripto global lebih dari 3 persen menjadi USD3,12 triliun.
Tekanan jual bersifat luas dan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), XRP, Solana (SOL), hingga Dogecoin (DOGE) juga mengalami pelemahan serentak, mengindikasikan pasar berada dalam mode pengurangan risiko. Indeks CoinDesk 20 yang melacak aset kripto berkapitalisasi besar turun 2,46 persen, menunjukkan tekanan berasal dari aset yang biasanya menjadi penopang stabilitas pasar.
Kondisi ini kontras dengan pasar saham teknologi Amerika Serikat, khususnya Nasdaq, yang justru menguat sekitar 0,5 persen. Hal ini mengisyaratkan Bitcoin untuk sementara tidak diperlakukan sebagai “aset teknologi berisiko tinggi” (*high beta tech asset*). Koreksi juga terjadi di pasar logam mulia, dengan emas turun sekitar 1 persen dan perak anjlok hingga 5 persen.
Dari sisi teknikal, grafik harian Bitcoin menunjukkan tren menurun yang masih utuh setelah gagal mempertahankan level USD100.000 pada akhir tahun lalu. Pola *lower high* dan *lower low* konsisten terbentuk. Level USD91.000–92.000 kini berfungsi sebagai dukungan antara (*intermediate support*), bukan dukungan kuat. Volume yang meningkat saat penurunan menunjukkan tekanan jual berasal dari distribusi aktif, bukan sekadar kelangkaan likuiditas. Dalam Rupiah, harga Bitcoin menyentuh kisaran Rp1,52 miliar per koin.
Sentimen positif seperti keputusan MSCI untuk mempertahankan saham MicroStrategy (MSTR) dalam indeksnya gagal menjadi katalis positif bagi aset kripto secara luas. Kenaikan tipis saham MicroStrategy yang mengungguli pasar justru menunjukkan melemahnya hubungan antara pasar saham berbasis kripto dengan pasar kripto *spot*.
Untuk pergerakan hari ini, Bitcoin berada dalam fase penentuan arah jangka pendek. Risiko penurunan lanjutan hingga USD88.000–89.000 terbuka jika level USD91.000 gagal dipertahankan secara *intraday*. Sebaliknya, jika terjadi pemulihan teknis, kenaikan kemungkinan terbatas dan akan menghadapi resistensi kuat di kisaran USD93.500–94.500. Tanpa katalis makro atau masuknya modal institusional baru, reli tajam masih sulit diharapkan. Tren terkini menunjukkan fase konsolidasi korektif dalam kondisi tren belum pulih, dengan kecenderungan bergerak volatil melemah sambil menguji level dukungan lebih rendah sebelum menemukan titik keseimbangan baru. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

