📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Saham Properti dan Energi Topang IHSG Menguat ke 8.317 di Tengah Jual Asing

Saham Properti dan Energi Topang IHSG Menguat ke 8.317 di Tengah Jual Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, mencatatkan kenaikan tipis di tengah tekanan jual dari investor asing. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di posisi 8.317,24, melesat 26,27 poin atau setara dengan penguatan 0,32 persen dari penutupan sebelumnya. Sepanjang pagi, pergerakan indeks terpantau stabil di zona hijau, meskipun penguatan yang terjadi bersifat terbatas.

Aktivitas perdagangan di pasar saham menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp315,20 miliar. Sebanyak 5,74 juta lot saham berpindah tangan, dengan frekuensi transaksi yang menembus angka 40,28 ribu kali. Meski demikian, investor asing secara konsisten membukukan aksi jual bersih di pasar reguler sebesar Rp366,64 miliar. Jika diakumulasikan di seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai sekitar Rp526,64 miliar, yang berasal dari nilai pembelian asing sebesar Rp8,29 triliun dan penjualan asing sebesar Rp8,82 triliun. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aktivitas beli dari investor domestik, yang memiliki porsi sekitar 71,29 persen, sementara kontribusi investor asing hanya di kisaran 28,71 persen.

Advertisement
Advertisement

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh kinerja positif dari beberapa sektor utama. Sektor industri dasar menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan sekitar 0,98 persen, seiring dengan menguatnya harga saham emiten-emiten yang bergerak di bahan baku dan manufaktur pendukung konstruksi. Sektor transportasi juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sekitar 0,88 persen, didukung oleh sentimen pemulihan mobilitas dan ekspektasi peningkatan kinerja emiten logistik. Selain itu, sektor energi menguat sekitar 0,82 persen yang didorong oleh stabilnya harga komoditas global, disusul sektor infrastruktur yang naik sekitar 0,70 persen. Di sisi lain, sektor teknologi mengalami koreksi tipis sekitar 0,30 persen, mencerminkan aksi ambil untung setelah periode penguatan dalam beberapa hari terakhir. Sektor siklikal juga tertekan sekitar 0,04 persen, sementara sektor keuangan bergerak naik terbatas sekitar 0,30 persen.

Di antara deretan saham, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dari sektor properti mencatatkan lonjakan harga paling signifikan pada perdagangan pagi. Saham ROCK menguat 24,74 persen ke level 2.420, didorong oleh minat spekulatif investor terhadap saham properti berkapitalisasi kecil yang sedang ramai diperbincangkan pasar. PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY), yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi, juga melonjak 13,76 persen ke level 3.720, mencerminkan peningkatan minat pasar terhadap saham lapis kedua.

Selain itu, saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dari sektor industri dasar turut menguat 13,71 persen ke level 224. Namun, pergerakan saham PIPA masih dibayangi oleh sentimen negatif dari sisi fundamental. Emiten ini sebelumnya menghadapi sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan terkait pelanggaran pelaporan dan tata kelola. Perusahaan juga kembali terseret isu hukum setelah munculnya kabar penanganan perkara di Bareskrim Polri yang melibatkan manajemen serta dugaan permasalahan hukum lanjutan. Kondisi ini membuat pergerakan harga saham PIPA dinilai lebih bersifat spekulatif dan berisiko tinggi dalam jangka pendek. Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) dari sektor keuangan juga menguat 12,93 persen ke level 131, sedangkan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dari sektor perikanan dan industri dasar naik 12,91 persen ke level 2.230.

Di sisi sebaliknya, tekanan jual melanda sejumlah saham yang masuk daftar top losers. Saham PT Indospring Tbk (INDS) dari sektor industri otomotif melemah 14,79 persen ke level 1.210. Koreksi ini diduga dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa waktu terakhir, ditambah kekhawatiran pasar terhadap prospek permintaan otomotif. Saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) dari sektor barang konsumsi turun 8,21 persen ke level 246. Saham PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) yang bergerak di sektor properti turun 4,84 persen ke level 118, sementara saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dari sektor teknologi dan media terkoreksi 4,26 persen ke level 450. Saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) dari sektor perhotelan juga melemah 3,91 persen ke level 246.

Secara umum, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Penguatan indeks ini terjadi di tengah masih derasnya arus keluar dana asing, sehingga peran investor domestik menjadi penopang utama pergerakan pasar. Sentimen positif datang dari sektor-sektor berbasis komoditas, infrastruktur, serta transportasi, sementara sektor teknologi cenderung mengalami tekanan seiring aksi ambil untung.

Analisis dari MNC Sekuritas mencatat bahwa secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan dan telah mencapai target minimal yang sebelumnya diproyeksikan. Dalam skenario terbaik, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan untuk membentuk bagian dari wave c dari wave x, dengan target area penguatan di rentang 8.328 hingga 8.440. Meskipun demikian, investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek, dengan area penurunan yang diperkirakan berada di kisaran 8.155 hingga 8.239. Sementara itu, level support jangka menengah diprediksi berada di area 7.863 dan 7.712, serta level resistance di 8.354 dan 8.517. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *