📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Agung Podomoro Jual Aset Lagi Kondisi Kas Rentan

Agung Podomoro Jual Aset Lagi Kondisi Kas Rentan

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kembali menjual salah satu asetnya, yaitu Mall Deli Park di Medan, Sumatera Utara. Aksi divestasi ini melanjutkan tren yang dilakukan perseroan dalam tiga tahun terakhir sebagai bagian dari strategi memperbaiki struktur keuangan dan menata ulang neraca.

Laporan keuangan per September 2025 menunjukkan pendapatan PT Agung Podomoro Land tumbuh 7,36 persen menjadi Rp 957,62 miliar. Laba bersih meningkat secara signifikan, melonjak 474,97 persen menjadi Rp 50,88 miliar. Margin laba bersih pun tercatat mencapai 5,31 persen, mengalami kenaikan ratusan persen secara tahunan.

Advertisement
Advertisement

Namun, analisis lebih dalam mengungkapkan bahwa lonjakan laba tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari perbaikan bisnis inti. Arus kas dari investasi naik 115,51 persen, sementara free cash flow melesat 380,78 persen menjadi Rp 232,73 miliar. Hal ini menjadi indikasi bahwa perbaikan kinerja saat ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas monetisasi aset, seperti penjualan Mall Deli Park, bukan hanya penjualan properti atau recurring income.

Neraca perseroan yang memperlihatkan penurunan total aset sebesar 5,32 persen menjadi Rp 25,70 triliun dan penurunan total liabilitas sebesar 12,12 persen menjadi Rp 12,23 triliun semakin memperkuat hal ini. Pernyataan manajemen juga mengkonfirmasi bahwa hasil penjualan Mall Deli Park akan digunakan untuk membagikan dividen dari entitas anak dan membayar sebagian utang perseroan.

Strategi deleveraging atau pengurangan beban utang melalui penjualan aset memiliki dua sisi. Di satu sisi efektif memperbaiki profil risiko, menurunkan tekanan bunga, dan meningkatkan solvabilitas. Namun di sisi lain, divestasi aset seperti Mall Deli Park, Central Park Mall, Sofitel Bali Ubud, dan Pullman Ciawi berpotensi mengurangi sumber recurring income di masa depan sehingga bisa melemahkan struktur pendapatan jangka panjang.

Respons pasar terhadap strategi ini terlihat agresif. Harga saham APLN meroket 30 persen dalam satu hari ke level Rp 143, setelah dibuka di level Rp 110 dan menyentuh level tertinggi Rp 147. Kinerja saham menunjukkan kenaikan mingguan sebesar 33,64 persen, bulanan 36,19 persen, tiga bulanan 45,92 persen, enam bulanan 60,67 persen, serta tahunan lebih dari 55 persen. Ini mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap fundamental perusahaan.

Namun, data order book mengindikasikan antrean jual yang tebal di area Rp 147–148, menandakan euforia jangka pendek mulai bertemu resistensi. Harga saham yang naik dengan price to book value rendah sebesar 0,22 memberi kesan saham murah secara aset, tetapi angka Return on Assets (ROA) yang hanya 1,59 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 2,14 persen menunjukkan efisiensi kapital yang masih rendah.

Penjualan Mall Deli Park dengan demikian lebih merupakan langkah defensif untuk memperbaiki struktur modal dan meningkatkan likuiditas jangka pendek daripada sinyal ekspansi. Respons pasar yang positif lebih disebabkan oleh berkurangnya risiko kebangkrutan sehingga reli saham APLN saat ini lebih tepat dinilai sebagai relief rally, belum menjadi konfirmasi pulihnya fundamental secara menyeluruh selama model bisnis masih bergantung pada divestasi untuk menjaga arus kas. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *