📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

BUKA Paparkan Strategi 2026 Setelah Klarifikasi Buyback ke BEI

BUKA Paparkan Strategi 2026 Setelah Klarifikasi Buyback ke BEI

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah memaparkan sejumlah strategi bisnisnya untuk tahun 2026, termasuk memberikan klarifikasi mengenai aksi pembelian kembali saham (buyback). Paparan ini disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 16 Februari 2026, yang juga menguraikan transformasi strategis perseroan yang dimulai pada awal 2025.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Bukalapak melakukan penyesuaian fokus usaha, terutama mengoptimalkan ekosistem marketplace untuk produk virtual. Perubahan ini berdampak pada segmen marketplace. Hingga triwulan III 2025, jumlah pengguna aktif dan volume transaksi di segmen marketplace tercatat menurun secara tahunan. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penghentian layanan produk fisik (physical goods) yang sebelumnya memberikan kontribusi pada lalu lintas dan frekuensi transaksi di platform.

Advertisement
Advertisement

Meskipun demikian, perseroan menegaskan bahwa produk virtual tetap menunjukkan tingkat kebutuhan yang stabil, bahkan dengan penambahan pengguna baru pada kategori produk virtual tertentu. Hal ini mengindikasikan relevansi produk virtual dan kesesuaian basis pengguna dengan arah pengembangan usaha Bukalapak. Untuk tahun 2026, BUKA menargetkan pertumbuhan ekosistem marketplace produk virtual dengan berfokus pada kategori yang memiliki tingkat utilitas tinggi, struktur margin yang lebih baik, serta potensi monetisasi yang berkelanjutan. Strategi pengembangan akan dilakukan melalui penambahan variasi produk, peningkatan keandalan platform, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Mitra Bukalapak.

Ekosistem gaming menjadi salah satu pilar utama kinerja usaha perseroan dan menunjukkan perkembangan yang positif. Kinerja ini tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi dan perluasan basis pengguna, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Bukalapak. Produk utama yang menjadi kontributor sepanjang 2025 berasal dari layanan top-up game serta penjualan voucher game dan voucher digital untuk layanan streaming. Permintaan terhadap produk-produk tersebut disebut tetap terjaga seiring dengan meningkatnya konsumsi konten digital dan pergeseran transaksi ke platform daring. Selain penguatan pasar domestik, BUKA juga melakukan ekspansi geografis, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Untuk tahun 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja gaming yang berkelanjutan. Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan profitabilitas dan kualitas pendapatan melalui optimalisasi monetisasi dan penguatan basis pengguna.

Di segmen investasi, Bukalapak mencatat peningkatan nilai aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) serta aktivitas transaksi hingga triwulan III 2025. Produk yang tersedia meliputi reksa dana, surat berharga ritel, saham, dan emas digital. Kontribusi segmen ini terhadap pendapatan juga meningkat sejalan dengan pertumbuhan aktivitas transaksi dan basis pengguna. Sepanjang 2025, perseroan melakukan penajaman strategi dengan mengarahkan pengembangan produk investasi pada profil risiko yang lebih terkelola dan struktur margin yang lebih sehat. Langkah tersebut diimplementasikan melalui penguatan kerja sama dengan mitra strategis, kurasi produk, serta peningkatan kualitas layanan dan edukasi pengguna. Pada tahun 2026, BUKA menargetkan pengembangan ekosistem investasi dengan fokus pada peningkatan kualitas pertumbuhan melalui penguatan kapabilitas platform dan perluasan kemitraan strategis.

Hingga triwulan III 2025, segmen kemitraan atau Mitra Bukalapak menunjukkan perkembangan yang semakin solid, ditandai dengan peningkatan kualitas kinerja dan kontribusi terhadap pendapatan perseroan. Bukalapak melakukan optimalisasi portofolio Mitra dengan memprioritaskan keberlanjutan dan peningkatan reliabilitas layanan. Penyempurnaan fitur dan pengembangan variasi produk juga dilakukan untuk meningkatkan produktivitas serta engagement mitra. Pada tahun 2026, BUKA akan melanjutkan penguatan segmen Mitra sebagai jaringan distribusi utama dalam ekosistem perseroan, dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah bagi para Mitra.

Terkait rencana aksi korporasi untuk tahun 2026, perseroan menyatakan bahwa hingga 31 Desember 2025, belum terdapat rencana final untuk melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), akuisisi, maupun aksi korporasi material lainnya. Namun, pada awal 2026, Bukalapak telah melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) selama tiga bulan, terhitung sejak 9 Februari hingga 8 Mei 2026, sebagaimana telah diungkapkan melalui keterbukaan informasi sebelumnya.

Mengenai perkara hukum dengan PT Harmas Jalesveva, perseroan menyampaikan bahwa perkara tersebut telah dicabut pada 31 Oktober 2025 dan dinyatakan selesai oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bukalapak juga menegaskan tidak memiliki perkara hukum lain yang sedang berjalan, termasuk terkait perpajakan, gugatan perdata, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maupun kepailitan. Selain itu, tidak terdapat informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik. Surat tanggapan ini sekaligus menegaskan posisi BUKA dalam menjawab permintaan klarifikasi dari BEI terkait buyback dan penggunaan dana penawaran umum perdana (IPO), serta memaparkan perkembangan dan arah strategis masing-masing segmen usaha perseroan memasuki tahun 2026. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *