Bursa saham Eropa mengalami penutupan negatif pada hari Kamis, terdorong oleh gelombang penjualan di sektor teknologi dan laporan keuangan yang mengecewakan dari beberapa perusahaan peritel besar. Tekanan pada harga komoditas seperti emas dan tembaga turut memperburuk sentimen investor di pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 tercatat turun 0,19 persen atau 1,16 poin, mencapai level 603,83. Penurunan ini menandai koreksi untuk hari kedua beruntun sekaligus menghentikan tren penguatan yang diwarnai oleh serangkaian rekor tertinggi di awal tahun 2026. Musim pengumuman laporan keuangan kini menjadi pengujian penting bagi sikap risiko para pelaku pasar.
Sektor teknologi menjadi penyumbang terbesar penurunan, merosot signifikan hingga 2,2 persen. Saham perusahaan peritel juga mengalami koreksi sebesar 0,06 persen, mengakhiri tren penguatan selama empat hari sebelumnya. Tekanan meluas juga terjadi pada saham perusahaan tambang yang jatuh 1,6 persen, sejalan dengan penurunan harga komoditas utama seperti emas dan tembaga.
Meskipun koreksi melanda banyak sektor, indeks saham dirgantara dan pertahanan STOXX malah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan sektor ini didorong oleh seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendorong peningkatan belanja pertahanan, yang memicu minat beli dari investor. Di sisi lain, saham produsen olahraga Puma melonjak tajam 8,5 persen menyusul laporan bahwa perusahaan China, Anta Sports Products, telah mengajukan tawaran untuk membeli 29 persen saham Puma dari keluarga Pinault di Prancis.
Bursa regional utama Eropa menunjukkan penutupan beragam. Indeks DAX Jerman hanya naik tipis 0,02 persen atau 5,20 poin menjadi 25.127,46. CAC 40 Prancis menguat 0,12 persen atau 9,55 poin ke level 8.243,47. Sementara itu, FTSE 100 Inggris justru tercatat melemah 0,04 persen atau 3,52 poin, menetap pada posisi 10.044,69 menjelang akhir sesi perdagangan Kamis. Keragaman kinerja regional ini mencerminkan dinamika spesifik yang berbeda meskipun berada dalam tekanan pasar secara keseluruhan. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

