Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapat sorotan analis pasar modal karena dinilai berpotensi masuk dalam indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International), khususnya ke dalam kelompok MSCI Indonesia Small Cap. Potensi ini muncul seiring peningkatan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan saham DEWA yang dinilai memenuhi sejumlah kriteria inklusi indeks.
Menurut laporan riset Samuel Sekuritas Indonesia, DEWA memiliki free float sebesar 56,9 persen, jauh di atas ambang batas minimum MSCI sebesar 15 persen. Struktur kepemilikan seperti ini menjadi salah satu syarat utama saham masuk dalam daftar constituent indeks MSCI.
Untuk memenuhi kriteria MSCI Indonesia Small Cap, DEWA harus menjaga harga saham di atas sekitar Rp190 per lembar, agar kapitalisasi pasar free float-adjusted minimal mencapai USD315 juta (sekitar Rp5,2 triliun). Saat ini, kapitalisasi pasar free float-adjusted DEWA telah mencapai sekitar USD593 juta (Rp9,8 triliun), hampir dua kali lipat dari level minimum yang dipersyaratkan.
Di sisi lain, dari segi likuiditas, saham DEWA juga menunjukkan kinerja kuat, dengan rata-rata nilai transaksi harian (ADTV) selama 12 bulan terakhir mencapai sekitar USD7,8 juta (±Rp128,7 miliar). Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum MSCI untuk kategori Small Cap.
Selain peluang masuk dalam MSCI Indonesia Small Cap, dalam skenario lebih agresif DEWA juga berpeluang melangkah ke MSCI Indonesia Global Standard (Big Cap). Namun, untuk mencapai level tersebut, harga sahamnya perlu menembus level yang jauh lebih tinggi, sekitar Rp1,320 per saham, agar mencapai kapitalisasi pasar free float-adjusted sekitar USD1,9 miliar (±Rp31 triliun) — sekaligus memenuhi kriteria indeks besar.
Masuknya saham ke dalam daftar indeks MSCI biasanya menarik aliran dana asing (foreign inflow) yang signifikan, karena banyak dana investasi global mengikuti indeks tersebut. Untuk DEWA, analis memperkirakan potensi aliran modal asing bisa mencapai USD18–30 juta (sekitar Rp300–500 miliar) jika resmi masuk dalam indeks Small Cap, dan bahkan jauh lebih besar bila berhasil menembus indeks Global Standard.
Proses penentuan konstituen indeks MSCI dilakukan secara periodik, termasuk quarterly review setiap Februari, Mei, Agustus, dan November. Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 10 Februari 2026 dengan tanggal efektif awal Maret 2026. Keputusan MSCI pada periode ini akan menjadi momen penting bagi akhir cerita DEWA di indeks global.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Investor disarankan melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan.

