PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang semakin kuat di mata analis pasar modal setelah serangkaian ekspansi operasional dan temuan cadangan gas signifikan, yang berpotensi mendorong kinerja saham emiten energi ini dalam jangka menengah hingga panjang.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten energi yang fokus pada sektor minyak dan gas bumi, mendapatkan pandangan positif dari Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset terbaru yang dirilis pertengahan Desember 2025. Pendapat analis ini muncul menyusul aktivitas ekspansi besar yang tengah dijalankan perusahaan di Blok Bentu, Riau, serta adanya temuan cadangan gas penting di wilayah Blok Sengkang, Sulawesi Selatan.
Menurut riset tersebut, kunjungan tim analis ke aset gas terbesar perseroan di Bentu memberikan gambaran jelas tentang agresivitas ENRG dalam memperluas kapasitas operasi mereka, terutama melalui pengembangan fasilitas strategis seperti Segat Gas Plant 1 dan 2, pengeboran sumur baru, serta pembangunan fasilitas pengolahan gas lanjutan. Selain itu, proyek lain seperti lapangan CEN dan North Segat Condensate Plant menunjukkan fokus perusahaan untuk meningkatkan produksi gas dalam jangka pendek sekaligus memperkuat pondasi pertumbuhan jangka panjang.
Dari sisi eksplorasi, temuan gas di Formasi Tacipi melalui sumur East Walanga (EWL-1) mencatat angka absolute open flow (AOF) yang tinggi — indikator awal kemampuan produksi yang menjanjikan — dengan potensi cadangan yang diperkirakan bisa mencapai 0,5 triliun kaki kubik gas setelah uji eksplorasi lanjutan. Rencana pengeboran tambahan dan belanja modal sekitar USD30 juta dalam dua tahun ke depan menunjukkan komitmen ENRG untuk mengoptimalkan aset ini.
Dukungan modal juga terlihat dari rencana penerbitan obligasi hingga Rp4 triliun, dimana tahap awalnya telah memperoleh peringkat idA+ dari Pefindo. Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pelunasan pinjaman, kewajiban antar-perusahaan, serta kebutuhan modal kerja, sehingga memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar bagi aktivitas ekspansi perusahaan.
Impak dari semua perkembangan ini membuat Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham ENRG dan bahkan menaikkan target harga saham dari Rp650 menjadi Rp2.300, mencerminkan potensi kenaikan signifikan dibanding harga pasar saat ini. Proyeksi laba bersih juga meningkat, serta peluang masuknya ENRG ke dalam indeks MSCI Big Cap dinilai bisa menjadi katalis tambahan yang memperkuat minat investor.
Sentimen positif terhadap fundamental operasional ENRG ini berdiri di tengah tren global dan domestik yang terus mengapresiasi sektor energi, khususnya gas, seiring permintaan energi yang masih kuat dan pergeseran kebutuhan pasar yang semakin fokus pada sumber energi yang efisien. Kebijakan pengembangan dan cadangan yang besar menjadi faktor pembeda utama dalam prospek pertumbuhan emiten seperti ENRG di Bursa Efek Indonesia.
Dengan kombinasi ekspansi lapangan gas, peningkatan produksi, strategi pendanaan yang terstruktur, serta proyeksi laba yang membaik, aksi korporasi ENRG dipandang sebagai peluang investasi yang menarik di sektor energi, khususnya bagi investor yang mencari eksposur pada perusahaan migas dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Disclaimer: Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor masing-masing.

