PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengalokasikan belanja eksplorasi sebesar sekitar USD 3,03 juta selama periode Oktober hingga Desember 2025. Aktivitas eksplorasi kuartal IV tahun 2025 tersebut difokuskan hanya pada dua lokasi dari empat wilayah izin usaha pertambangan khususnya, yakni Blok II Elang dan Blok III Rinti. Pelaporan aktivitas ini disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia oleh anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, sebagai bentuk kewajiban keterbukaan informasi.
Corporate Secretary AMMN, Vemmy Febrianti, menegaskan bahwa laporan eksplorasi kuartal IV-2025 disusun dan disampaikan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia terkait kewajiban penyampaian informasi. “Perseroan menyampaikan laporan kegiatan eksplorasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi,” jelas Vemmy dalam keterbukaan informasi yang dirilis Sabtu, 9 Januari 2026.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas eksplorasi lapangan di Blok I Batu Hijau maupun Blok IV Lampui sepanjang kuartal IV-2025. Aktivitas di kedua blok tersebut terbatas pada peninjauan ulang hasil eksplorasi terdahulu sebagai persiapan untuk rencana kerja lanjutan. Sebaliknya, aktivitas eksplorasi terkonsentrasi di Blok II Elang (mencakup Proyek Elang Cu-Au, Gerbang East, Sebu, serta rencana waste dump di Semamu) dengan belanja sekitar USD 2,8 juta. Kegiatan utama meliputi pengeboran intan, pemetaan geologi, pengambilan sampel tanah, serta analisis alterasi menggunakan spektrometer mineral.
Di Blok Elang, eksplorasi menghasilkan pengeboran sebanyak 18 lubang dengan total panjang 6.438,5 meter. Rinciannya meliputi sembilan lubang pengeboran infill sumber daya di endapan Elang, tiga lubang pengeboran eksplorasi di Gerbang East, satu lubang pengeboran eksplorasi di Sebu East, dan lima lubang pengeboran sterilisasi di area rencana waste dump Semamu. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 2.722 sampel inti bor dikirim ke laboratorium untuk diuji, ditambah ratusan sampel batuan dan tanah dari pemetaan geologi.
Sementara itu, di Blok III Rinti, belanja eksplorasi dialokasikan sekitar USD 226 ribu untuk fokus pada Proyek Rinti Cu-Au. Aktivitas meliputi pengeboran eksplorasi dengan satu rig serta pemetaan geologi untuk mengeksplorasi potensi mineralisasi porfiri tembaga-emas di bawah sistem lithocap di wilayah Sane bagian barat daya. Perseroan menyelesaikan dua lubang pengeboran dengan total panjang 1.033,4 meter dan mengirimkan 313 sampel inti bor untuk analisis laboratorium.
Manajemen AMMN menyatakan rencana kerja ke depannya akan melanjutkan pengeboran pengembangan sumber daya di Blok Elang serta pengeboran eksplorasi lanjutan di Gerbang East dan Blok Rinti. Kegiatan berkelanjutan ini bertujuan untuk mematangkan model geologi dan meningkatkan tingkat keyakinan terhadap klasifikasi sumber daya mineral di wilayah-wilayah tersebut. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

