📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Harga CPO Anjlok Nyaris 3 Persen dalam Sepekan, Level Terendah Sejak Juni

Harga CPO Anjlok Nyaris 3 Persen dalam Sepekan, Level Terendah Sejak Juni

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencatat tekanan tajam selama pekan lalu, dengan futures yang terkoreksi hampir 2,91 % secara mingguan dan berada di level terendah sejak Juni 2025. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif pasar komoditas nabati global yang juga menekan harga CPO di Bursa Malaysia.

Pada penutupan perdagangan Jumat (19/12/2025), harga CPO turun 1,83 % ke 3.906 ringgit Malaysia per ton, setelah dua hari sebelumnya sempat terlihat penguatan teknikal sementara. Namun, pergerakan itu belum cukup kuat untuk menahan tekanan bearish yang lebih dominan sepanjang minggu ini.

Advertisement
Advertisement

Penyebab Penurunan Harga

Analis pasar menilai beberapa faktor mendorong penurunan harga CPO:

  • Penguatan Ringgit Malaysia, yang membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
  • Penurunan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian (China) dan Chicago (AS), seperti minyak kedelai, yang membuat CPO kurang kompetitif dan memicu tekanan jual.
  • Kekhawatiran terhadap permintaan ekspor yang melemah, khususnya dari pasar utama CPO, turut memperburuk sentimen pasar terhadap komoditas ini.

Secara akumulatif, tekanan ini mengakibatkan penurunan mingguan hampir 3 %, sekaligus menjadi pertanda bahwa bearish sentiment masih kuat di pasar minyak sawit saat ini.

Tren Pasar dan Prospek

Dalam beberapa pekan terakhir, CPO juga terlihat terkoreksi — sekitar 5 % selama empat minggu terakhir — sementara secara tahunan harga CPO melemah sekitar 11 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan tekanan fundamental di pasar minyak nabati yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mencerminkan tantangan struktural yang lebih luas.

Beberapa laporan riset pasar menyebut bahwa stok minyak sawit yang tinggi dan permintaan ekspor yang belum pulih signifikan masih menjadi faktor yang membebani harga. Kombinasi faktor oversupply dan perlambatan permintaan global memicu tekanan konsisten pada harga CPO.

Dampak bagi Industri dan Investor

Penurunan harga CPO punya implikasi lebih luas terhadap industri perkebunan sawit serta emiten CPO di pasar modal. Bagi produsen dan eksportir, harga yang lebih rendah dapat menekan marjin keuntungan, sementara investor saham sektor ini perlu mencermati pergerakan harga komoditas sebagai leading indicator sentimen fundamental.

Meski demikian, potensi rebound harga tetap ada apabila permintaan minyak nabati kembali menguat atau terjadi perubahan kondisi pasokan yang signifikan di pasar global. Investor dan pelaku industri disarankan tetap memantau data produksi, laporan stok, serta dinamika permintaan dari negara pengimpor utama.

Disclaimer: Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *