Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Berdasarkan data resmi di laman logam mulia perusahaan, harga jual emas Antam tercatat sebesar Rp 2.515.000 per gram.
Posisi harga tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar Rp 27.000 per gram dibandingkan harga sebelumnya, yaitu Rp 2.488.000 per gram. Sejalan dengan kenaikan harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam pada hari yang sama ditetapkan pada level Rp 2.371.000 per gram. Terkait transaksi buyback, ketentuan yang berlaku menyatakan bahwa penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memberikan tanggapannya terkait pergerakan harga emas ini. Ia menyatakan bahwa harga emas dunia pada perdagangan awal pekan ini memiliki potensi mencapai USD 4.426 per troy ounce, sementara harga logam mulia di dalam negeri diprediksi bisa naik hingga Rp 2.518.000 per gram. Ibrahim juga memproyeksikan bahwa dalam waktu sepekan ke depan, harga emas dunia memiliki kemungkinan untuk kembali ke level USD 4.505 per troy ounce dan harga emas domestik bisa mencapai Rp 2.610.000 per gram.
Assuaibi mengaitkan peningkatan harga emas ini dengan kondisi geopolitik global terkini. Faktor utama pendorongnya adalah situasi di Venezuela akibat upaya invasi oleh Amerika Serikat dan klaim AS yang menyatakan telah berhasil menangkap pemimpin negara tersebut, Presiden Nicolas Maduro. Proyeksi ini disampaikan Ibrahim dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 4 Januari 2025.
Sebelumnya, Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga emas dunia berada di level USD 4.332 per troy ounce berdasarkan harga pada Sabtu pagi. Di pasar domestik, harga logam mulia pada saat penutupan pekan tersebut tercatat pada level Rp 2.488.000 per gram sebelum mengalami kenaikan di awal pekan ini. Kondisi geopolitik global yang masih tidak stabil diperkirakan akan terus memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga emas dalam waktu dekat, meskipun volatilitas tetap diperlukan untuk diwaspadai oleh investor dan pemilik logam mulia. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

