Harga minyak mentah dunia kembali tertekan tajam dan mendekati level terendah dalam hampir lima tahun terakhir, dipicu oleh kombinasi kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan global. Penurunan ini memberi dampak luas pada pasar energi dan perekonomian global.
Patokan harga utama, Brent crude, turun di bawah USD 60 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga bergerak mendekati USD 55 per barel—level yang belum terlihat sejak tahun 2021. Kondisi ini mencerminkan tekanan struktural di pasar minyak yang terus berada dalam surplus.
Analis pasar menyebut beberapa faktor yang mendorong penurunan tajam harga minyak. Permintaan yang melemah di negara-negara besar seperti China, produksi tinggi dari Amerika Serikat, serta keluarnya suplai tambahan dari negara-negara OPEC+ telah menciptakan imbalan antara pasokan dan permintaan yang berat sebelah. Selain itu, sejumlah berita geopolitik—termasuk optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina—dilihat oleh pelaku pasar sebagai sinyal penurunan risiko geopolitik yang biasanya menopang harga minyak.
Penurunan harga minyak ini sudah diterjemahkan ke dalam pasar energi, di mana saham perusahaan minyak dan gas mengalami tekanan cukup tajam di bursa global. Pelemahan sektor energi ikut memberikan kontribusi terhadap pergerakan indeks saham utama di berbagai negara.
Dampak dari harga minyak yang turun juga mulai terasa di sektor konsumen. Di beberapa negara, harga bahan bakar di pump ikut menurun, mencapai level terendah beberapa tahun terakhir, yang berarti keringanan bagi konsumen, meski tidak selalu langsung ditransmisikan oleh seluruh pengecer.
Meski begitu, sejumlah analis memperingatkan bahwa tren ini bisa berubah jika terjadi gangguan pasokan secara tiba-tiba, seperti aksi politik atau gangguan operasi di wilayah penghasil minyak utama. Penguatan harga dapat terjadi kembali jika pasokan global terganggu atau permintaan pulih lebih cepat dari yang diperkirakan.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau perdagangan. Selalu lakukan riset dan pertimbangan risiko sebelum mengambil keputusan bisnis terkait pasar komoditas.

