📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Harga Minyak Dunia Turun Sepanjang Pekan Ini, Tekanan Oversupply dan Permintaan Lemah Masih Mendominasi

Harga Minyak Dunia Turun Sepanjang Pekan Ini, Tekanan Oversupply dan Permintaan Lemah Masih Mendominasi

Harga minyak mentah global mencatat penurunan sepanjang pekan ini meskipun sempat menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat (19/12/2025). Penurunan mingguan ini mencerminkan tekanan pasar akibat kekhawatiran oversupply (kelebihan pasokan) dan sinyal permintaan yang masih lemah di ekonomi utama global.

Kontrak futures Brent naik sekitar 1,1% dan ditutup di USD 60,47 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup di USD 56,66 per barel pada Jumat. Meski demikian, kedua patokan minyak ini tetap mencatatkan penurunan mingguan sekitar 1%, setelah sebelumnya anjlok hampir 4% pada pekan sebelumnya.

Advertisement
Advertisement

Faktor Penyebab Penurunan Harga Minyak

1. Kekhawatiran Oversupply
Kekhawatiran kelebihan pasokan menjadi faktor utama yang menekan harga minyak dunia sepanjang pekan ini. Data pasar menunjukkan bahwa produksi minyak global masih tumbuh, sementara permintaan — terutama dari negara konsumen besar seperti China — belum menunjukkan pemulihan signifikan. Kondisi ini membuat stok minyak tetap tinggi dan menekan harga di pasar komoditas energi.

2. Sentimen Permintaan Global yang Lemah
Pertumbuhan permintaan minyak di berbagai wilayah masih dianggap kurang kuat. Perlambatan aktivitas industri dan konsumsi energi di beberapa ekonomi utama membuat pelaku pasar menilai kenaikan permintaan akan sulit menyerap pasokan yang ada, sehingga memberi tekanan lanjutan pada harga minyak mentah.

3. Faktor Geopolitik yang Menyulitkan Kenaikan Harga
Walaupun beberapa isu geopolitik — seperti potensi blokade kapal tanker minyak Venezuela oleh pihak AS — sempat mendongkrak harga pada sesi tertentu, penguatan ini belum cukup untuk membalikkan tren penurunan mingguan. Geopolitik sering memberi sentimen sementara, namun ketika fundamental pasokan-permintaan tetap berat sebelah, respons pasar cenderung bearish.

Dampak Penurunan Harga Minyak

Penurunan harga minyak global tidak hanya menjadi sorotan pasar komoditas, tetapi juga berdampak pada pasar modal, khususnya saham sektor energi. Penurunan harga minyak sering menekan kinerja saham perusahaan oil & gas, memperlambat pendapatan minyak mentah, dan menimbulkan risiko volatilitas di pasar energi secara lebih luas. Selain itu, harga minyak yang turun juga berpengaruh pada keseimbangan neraca perdagangan negara produsen minyak serta rencana investasi dalam proyek baru di sektor energi.

Prospek Harga Minyak ke Depan

Meskipun ada beberapa pemicu bullish seperti ketegangan geopolitik, pasar minyak kemungkinan masih akan menghadapi tekanan selama oversupply global berlanjut dan permintaan belum menunjukkan perbaikan kuat. Analis memperkirakan bahwa harga minyak mungkin tetap berada di level yang relatif rendah hingga awal 2026 jika tren fundamental ini tidak berubah signifikan.

Penurunan harga minyak selama pekan ini menjadi pengingat bahwa pasar energi global masih menghadapi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta tantangan struktural yang perlu diwaspadai pelaku pasar dan investor di sektor energi.

Disclaimer: Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *