📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

IHSG Koreksi Akhir Pekan, Tekanan Jual Meningkat

IHSG Koreksi Akhir Pekan, Tekanan Jual Meningkat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan pada Jumat, 13 Februari 2026, di zona merah. Tercatat, IHSG ditutup melemah 53,08 poin atau turun 0,64 persen ke level 8.212,27, dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya. Tekanan jual terlihat mendominasi pasar sepanjang hari perdagangan tersebut.

Sepanjang sesi perdagangan akhir pekan, IHSG sempat dibuka di level 8.240,01. Indeks sempat bergerak menguat dan mencapai level tertinggi harian di 8.251,99, namun tidak mampu bertahan dan berbalik arah tertekan hingga menyentuh level terendah harian di 8.170,59, sebelum akhirnya ditutup dengan pelemahan signifikan.

Advertisement
Advertisement

Aktivitas transaksi pasar pada hari itu cukup ramai dengan total volume perdagangan seluruh pasar mencapai 490,20 juta lot. Nilai transaksi yang tercatat menyentuh angka Rp23,42 triliun, dari total 2,83 juta kali transaksi yang terjadi. Secara spesifik, pada pasar reguler, volume perdagangan mencapai 465,31 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp21,51 triliun.

Pelemahan IHSG di penutupan pekan ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor menjelang akhir pekan, serta meningkatnya sikap kehati-hatian atau *wait and see* terhadap arah pasar global. Tekanan jual terlihat dominan di sejumlah sektor, termasuk saham-saham properti, industri, energi, hingga barang konsumsi. Sejumlah analis juga menilai bahwa pelemahan ini merupakan kombinasi dari faktor eksternal, seperti sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati, fluktuasi harga komoditas, serta kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter global. Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati rilis data ekonomi terbaru dan prospek kinerja emiten di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Di antara saham-saham dengan kinerja terburuk pada penutupan akhir pekan tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk dengan kode saham LPKR di sektor properti menjadi sorotan setelah ditutup melemah 4 persen ke level 96. Tekanan serupa juga dialami oleh PT Sentul City Tbk berkode saham BKSL yang bergerak di sektor properti dan real estat, turun 3,97 persen ke level 145.

Dari sektor industri, saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) yang bergerak di industri plastik turut tertekan dengan penurunan 3,89 persen ke level 346. Selanjutnya, PT PAM Mineral Tbk dengan kode saham NICL dari sektor pertambangan juga masuk dalam daftar peringkat terbawah setelah terkoreksi 3,80 persen ke level 1.140. Sementara itu, PT Chitose Internasional Tbk berkode saham CINT dari sektor manufaktur peralatan melemah 3,77 persen ke level 204.

Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang berfokus pada sektor agribisnis dan perkebunan juga terkoreksi sekitar 3,75 persen ke level 11.550. Tekanan jual turut menimpa PT Catur Sentosa Adiprana Tbk berkode saham CSAP dari sektor distribusi bahan bangunan dan ritel, yang turun 3,73 persen ke level 310.

Dalam daftar saham yang mengalami koreksi, PT MNC Tourism Indonesia Tbk dengan kode saham KPIG di sektor pariwisata melemah 3,70 persen ke level 156. Saham PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) yang bergerak di sektor barang konsumsi juga mengalami penurunan sebesar 3,67 persen ke level 525. Melengkapi daftar sepuluh saham peringkat terbawah pada penutupan akhir pekan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan kode saham PGAS dari sektor energi dan utilitas tercatat mengalami koreksi paling dalam di kelompok ini, dengan penurunan 4,05 persen ke level 2.130. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *