Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih dalam tren bullish menjelang pekan perdagangan 15–19 Desember 2025, menurut riset teknikal terbaru. Analis menilai momentum penguatan masih kuat, meski peluang koreksi jangka pendek tetap ada jika indeks gagal menembus level resistance utama.
IHSG berhasil rebound dan bertahan di atas area permintaan (demand area) antara level 8.500–8.570 poin. Analis BRI Danareksa Sekuritas mengatakan bahwa apabila tren bullish berlanjut, indeks berpeluang menguji resistance pada rentang 8.680–8.765 poin. Namun, jika gagal menembus area tersebut, indeks berisiko terkoreksi mendekati level gap signifikan di sekitar 8.550 poin.
Selain itu, terdapat sejumlah katalis pasar yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam beberapa hari mendatang. Penerapan aturan non-cancellation period oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yang mulai berlaku pada 15 Desember 2025, dinilai dapat memengaruhi dinamika perdagangan saham. Sementara keputusan Bank Indonesia mengenai potensi pemangkasan suku bunga juga menjadi faktor eksternal yang memberi dampak pada sentimen pasar modal.
Mengacu pada rekomendasi riset, ada tiga saham yang dinilai layak diperhatikan oleh investor untuk pekan depan. Pertama, saham MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk), yang berada di area demand kuat dengan target penguatan ke level resistance signifikan. Kedua, BRMS (Baramulti Suksessarana Tbk), yang menunjukkan pola ascending triangle, memberikan potensi upside jika tetap berada di atas level neckline. Ketiga, BRPT (Barito Pacific Tbk) sedang menguji pola double bottom, yang menandakan potensi penguatan lanjutan.
Pergerakan tiga saham ini dinilai relevan karena fundamental teknikalnya yang sejalan dengan tren IHSG secara umum. Meski demikian, pelaku pasar tetap diimbau untuk berhati-hati terhadap aksi ambil untung (profit taking) di level resistance tinggi, terutama jika volatilitas meningkat dan likuiditas perdagangan berubah secara signifikan.
Secara keseluruhan, meski tren IHSG masih bullish, dinamika pasar modal domestik tetap dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang cepat berubah. Investor disarankan memperhatikan risk management dan stop loss ketika memasang strategi beli dalam jangka pendek.
