📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

IHSG Menguat ke 8.967, Asing Beli Dua Sektor Saham

IHSG Menguat ke 8.967, Asing Beli Dua Sektor Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada perdagangan sementara Jumat, 9 Januari 2026. Hingga pergerakan tengah hari, IHSG naik 42,23 poin atau 0,47% ke level 8.967,70. Penguatan ini didukung meningkatnya aktivitas beli investor asing dan performa positif mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia.

Sejak pembukaan, IHSG stabil di zona hijau, bergerak dalam kisaran sempit antara level terendah 8.965,82 dan tertinggi 8.970,79. Indeks dibuka pada posisi 8.969,15, mencerminkan sikap hati-hati atau *wait and see* investor jelang akhir pekan. Aktivitas perdagangan tercatat relatif moderat. Total volume transaksi seluruh pasar mencapai 6,86 juta lot dengan nilai mencapai Rp413,53 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 59.020 kali. Pada pasar reguler, volume mencapai 6,86 juta lot dengan nilai Rp413,32 miliar dan frekuensi 58.910 kali.

Advertisement
Advertisement

Investor asing menjadi salah satu penyokong utama penguatan IHSG hari ini. Mereka mencatatkan total pembelian Rp8,40 triliun dan penjualan Rp7,45 triliun sehingga menghasilkan *net foreign buy* di seluruh pasar sebesar Rp950,23 miliar. Khusus di pasar reguler, *net foreign buy* tercatat Rp543,76 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi mencapai Rp406,48 miliar. Saham-saham dengan partisipasi transaksi asing menyumbang 27,27% dari total, sedangkan investor domestik mendominasi dengan porsi 72,73%.

Performa sektoral bervariasi dengan mayoritas catat penguatan. Saham energi memimpin kenaikan dengan sektor naik 1,13%, sejalan dengan penguatan harga komoditas global. Sektor kesehatan juga menguat signifikan sebesar 1,31%, didorong aksi beli saham farmasi dan layanan kesehatan. Penguatan juga terjadi di sektor teknologi (0,80%), barang baku (0,86%), dan properti (0,86%). Sektor konsumer siklikal naik 0,70%, disusul transportasi (0,74%), non-cyclical (0,46%), dan keuangan (0,32%). Tekanan terjadi pada sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,59% dan industri yang melemah 0,56%.

Beberapa saham mencatat lonjakan harga signifikan. Saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) di sektor perdagangan melonjak 24,64% ke Rp2.580. Saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) pada sektor kesehatan melesat 23,11% ke Rp1.625. Saham PT Indospring Tbk (INDS) atau sektor otomotif naik 19,13% ke Rp274, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) atau sektor properti naik 17,12% ke Rp855, dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) atau sektor perdagangan naik 16,03% ke Rp550.

Sebaliknya, sejumlah saham mengalami tekanan jual berat. Saham PT Golden Flower Tbk (POLU) atau barang konsumsi terkoreksi paling dalam 13,73% ke Rp21.200. Saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) atau industri dasar turun 12,72% ke Rp199, diikuti PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) atau pembiayaan yang melemah 10,14% ke Rp133. Saham PT Carsurin Tbk (CRSN) atau jasa industri turun 9,77% ke Rp157 dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau properti terkoreksi 9,12% ke Rp1.345.

Secara teknikal, hasil analisis pada laporan MNC Sekuritas MNCS Daily Scope Wave edisi 9 Januari 2026 mengindikasikan bahwa setelah IHSG sempat terkoreksi 0,22% ke level 8.925 dengan tekanan jual sebelumnya, area penguatan terdekat yang telah diproyeksikan berhasil tercapai saat ini. Posisi IHSG diperkirakan sebagai bagian dari gelombang tertentu yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan menuju kisaran 9.030 hingga 9.077. Kendati demikian, investor diminta waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek yang dapat menguji kisaran 8.843 hingga 8.904. Level dukungan terdekat berada di 8.916 dan 8.776, sementara level hambatan berada di 8.996 dan 9.030. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *