Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi terkoreksi pada pekan depan, terutama di awal sesi perdagangan Senin (22/12/2025), di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar modal domestik. Analis menilai beberapa saham layak dicermati sebagai peluang akumulasi di tengah kondisi teknikal yang kurang stabil.
Pada perdagangan Jumat (19/12/2025), IHSG ditutup melemah tipis 0,10 % ke level 8.609, yang menunjukkan adanya tekanan jual meskipun cenderung mengecil. Secara teknikal, riset MNC Sekuritas menyebut IHSG sedang berada pada fase wave [iv] dari wave 5, sehingga indeks rawan mengalami koreksi terlebih dahulu untuk menguji area support pada 8.464–8.560, serta mampu menutup gap tipis yang terbentuk sebelumnya. Skenario terburuknya bisa mendorong indeks turun lebih jauh mendekati level 8.000-an jika tekanan jual semakin dominan.
Support dan Resistance IHSG
• Support diperkirakan berada di kisaran 8.553 dan 8.493.
• Resistance terdekat berada di level 8.714 dan 8.821.
Level-level ini menjadi acuan pelaku pasar dalam menentukan titik masuk (entry) dan keluar (exit) pada perdagangan pekan depan.
📈 Empat Saham yang Direkomendasikan Analis
Di tengah potensi koreksi IHSG, sejumlah saham dipandang menarik untuk dicermati sebagai alternatif perdagangan atau akumulasi dengan strategi buy on weakness atau spec buy:
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Saham energi ini diprediksi layak dicermati dengan strategi buy on weakness karena menunjukkan sinyal rebound teknikal meskipun pasar lebih luas tertekan.
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) – Emiten industri ini menunjukkan aksi jual dalam jangka pendek, namun analis menilai potensi rebound jika sudah mendekati area support teknikalnya.
- (Detail dua saham lainnya umumnya disebutkan dalam lanjutan riset IDX Channel, termasuk target harga dan stop-loss yang dianjurkan oleh analis.)
💡 Sentimen Pasar dan Risiko
Sentimen tekanan jual yang masih berlanjut, dipadukan dengan aksi ambil untung investor menjelang akhir tahun, menjadi faktor pendorong risiko koreksi jangka pendek pada IHSG. Selain itu, aksi jual saham-saham tertentu oleh investor asing sepanjang pekan lalu turut menambah tekanan.
Meski demikian, beberapa analis menilai bahwa IHSG masih memiliki support zone yang cukup kuat dan potensi rebound akan tetap terbuka jika permintaan pembelian mulai meningkat di level teknikal kunci. Pelaku pasar disarankan untuk tetap risk management ketat serta memantau data fundamental emiten terkait sebelum mengambil keputusan investasi di tengah potensi koreksi ini.
Disclaimer: Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor masing-masing.

