Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, ditutup menguat 111,06 poin (1,27%) ke level 8.859,19. Penguatan ini melanjutkan tren positif pasar saham domestik dipicu aktivitas transaksi tinggi dan selektivitas investor terhadap saham-saham tertentu.
IHSG dibuka di zona hijau pada level 8.778,73. Sepanjang sesi, indeks bergerak antara level terendah 8.732,32 dan tertinggi 8.860,00 sebelum akhirnya mendekati level puncak harian saat penutupan. Pergerakan ini menunjukkan dorongan beli yang kuat, terutama di saham-saham berkapitalisasi besar yang menopang indeks.
Liquidity pasar terpantau ramai. Total volume transaksi semua pasar mencapai 686,38 juta lot dengan nilai Rp29,72 triliun melalui frekuensi 3,98 juta kali. Di pasar reguler, volume transaksi tercatat 674,99 juta lot senilai Rp28,90 triliun dengan frekuensi perdagangan 3,98 juta kali. Nilai transaksi yang tinggi ini mengindikasikan minat investor yang masih solid meski sebagian saham terkoreksi.
Penguatan IHSG tidak terjadi merata. Sejumlah saham justru masuk dalam daftar sepuluh penurunan terdalam. Saham Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) barang konsumsi non-primer turun 3 poin (3,03%) ke Rp 96. Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) perdagangan dan distribusi melemah 20 poin (3,01%) ke Rp 645. Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) barang baku turun 15 poin (2,97%) ke Rp 490.
Tekanan juga terjadi di sektor properti. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 375 poin (2,97%) ke Rp 12.250. Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) turun 4 poin (2,94%) ke Rp 132. Vastland Indonesia Tbk (VAST) melemah 5 poin (2,91%) ke Rp 167.
Di sektor barang konsumsi, Avia Avian Tbk (AVIA) turun 15 poin (2,88%) ke Rp 505. Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) perhotelan dan properti terkoreksi 15 poin (2,86%) ke Rp 510. Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) energi melemah 3 poin (2,83%) ke Rp 103. Arthavest Tbk (ARTA) investasi dan properti turun 90 poin (2,81%) ke Rp 3.110.
Analis menilai pelemahan saham-saham tersebut lebih disebabkan faktor teknikal dan rotasi dana, bukan perubahan fundamental. Investor cenderung mengambil untung dari saham yang sebelumnya naik signifikan dan mengalihkan dana ke saham berkapitalisasi besar yang lebih aman dan likuid. Investor tetap disarankan selektif, memperhatikan pergerakan sektoral karena volatilitas saham tertentu masih berpotensi terjadi meski tren indeks secara umum menguat. (*)
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

