📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Mencari Saham Pilihan Jelang Libur Nataru: Fokus pada Saham Defensif di Tengah Koreksi IHSG

Mencari Saham Pilihan Jelang Libur Nataru: Fokus pada Saham Defensif di Tengah Koreksi IHSG

Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pelaku pasar cenderung berhati-hati menyusun strategi investasi di tengah tekanan jual yang masih melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Analis menyarankan fokus pada saham berkarakter defensif yang cenderung lebih stabil dalam kondisi pasar yang kurang mendukung.

Pelemahan IHSG dalam beberapa hari terakhir membuat investor menimbang ulang portofolio menjelang libur akhir tahun. Kekhawatiran terhadap volatilitas pasar serta aksi ambil untung menjelang cuti panjang faktor utama yang mendorong sikap berhati-hati ini. Untuk merespons kondisi tersebut, Founder WH Project William Hartanto menyarankan agar investor jeli dalam memilih saham yang relatif lebih tangguh jika pasar melanjutkan tren koreksi.

Advertisement
Advertisement

Menurut Hartanto, pilihan saham yang tepat menjelang libur Nataru adalah yang berkarakter defensif — yaitu emiten yang umumnya memiliki kinerja stabil dan tidak terpengaruh tajam oleh sentimen pasar jangka pendek. Dia mencatat beberapa saham yang layak dicermati pada masa ini termasuk: saham ritel besar seperti MAPA (MAYAPADA Group) dan **AMRT (Alfamart), saham keuangan seperti BMRI (Bank Mandiri), serta saham konsumer siklikal seperti SMDR (Semen Indonesia) dan NCKL (harus dicermati sesuai profil fundamental masing-masing emiten).

Strategi ini didasarkan pada karakter defensif yang cenderung bertahan saat pasar melemah. Saham defensif biasanya berasal dari sektor kebutuhan primer, layanan konsumen yang stabil, serta sektor yang memiliki basis pendapatan kuat dan likuiditas tinggi, sehingga lebih tahan terhadap gejolak pasar jangka pendek.

Sentimen negatif yang muncul akhir-akhir ini juga terlihat di beberapa saham emiten besar yang terafiliasi dengan kelompok konglomerat, di mana tekanan jual sebelum libur Nataru turut menekan pergerakan harga saham mereka. Hal ini menunjukkan bahwa hanya sebagian sektor dan saham tertentu yang tetap menarik di tengah koreksi pasar.

Selain itu, investor disarankan memantau informasi fundamental perusahaan, likuiditas perdagangan dan posisi teknikal saham sebelum memutuskan masuk posisi, terutama di masa libur panjang ketika volatilitas dapat meningkat karena volume transaksi yang turun. Memahami profil risiko dan melakukan risk management tetap menjadi key strategy di tengah ketidakpastian pasar akhir tahun.

Dengan pendekatan yang selektif terhadap saham pilihan — khususnya yang defensif dan memiliki fundamental kuat — investor dapat meminimalkan risiko dan tetap mencari peluang pasar, meskipun tekanan pasar nampak meningkat menjelang libur Nataru.

Disclaimer: Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *