📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Pemulihan Teknologi Dorong Penguatan Wall Street

Pemulihan Teknologi Dorong Penguatan Wall Street

Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026, dengan sektor teknologi menunjukkan pemulihan signifikan yang menopang kenaikan indeks-indeks utama. Catatan positif ini datang setelah pasar mengalami aksi jual tajam pada pekan sebelumnya, menandakan adanya optimisme baru di kalangan investor.

Mengutip laporan yang ada, sektor teknologi dalam indeks S&P 500 ditutup naik sebesar 1,6 persen, memperpanjang tren positif yang dimulai pada hari Jumat. Kenaikan ini terjadi setelah serangkaian kerugian pada pekan lalu. Indeks S&P 500 Software Services bahkan mengakhiri hari perdagangan dengan kenaikan 2,9 persen, memulihkan sebagian besar kerugiannya setelah tujuh hari berturut-turut melemah. Salah satu saham yang mencatat lonjakan signifikan di sektor perangkat lunak adalah Oracle, yang melonjak 9,6 persen menyusul peningkatan rekomendasi sahamnya menjadi “beli” dari sebelumnya “netral” oleh DA Davidson.

Advertisement
Advertisement

Keith Lerner, kepala bagian investasi di Truist Advisory Services, menyampaikan bahwa dukungan untuk saham teknologi juga berasal dari kondisi pasar yang jenuh jual. “Anda memiliki pasar yang sangat jenuh jual di mana sedikit kabar baik dapat memberikan dampak besar,” ujar Lerner. Meskipun indeks perangkat lunak masih terpaut 13 persen di bawah level perdagangannya sebelum eksodus yang dimulai pada akhir Januari, sektor teknologi secara keseluruhan kini berada kurang dari 3 persen di bawah level sebelum aksi jual besar-besaran tersebut terjadi.

Secara keseluruhan, Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan 20,20 poin atau 0,04 persen, mencapai level 50.135,87. Sementara itu, indeks S&P 500 juga meningkat 32,52 poin atau 0,47 persen, ditutup pada 6.964,82. Kenaikan paling menonjol dicatatkan oleh Nasdaq Composite, yang melesat 207,46 poin ke level 23.238,67. Nasdaq ditutup 3 persen di bawah rekor penutupan tertinggi terakhirnya yang dicapai pada bulan November, sementara S&P 500 sedikit di luar jangkauan rekor penutupan terakhirnya di 6978,60 yang dicapai pada 27 Januari.

Selain sektor teknologi, indeks material juga menunjukkan kinerja impresif dengan kenaikan 1,4 persen, menjadikannya kenaikan terbesar kedua di antara 11 indeks industri utama S&P 500. Kenaikan ini didorong oleh reli harga emas dan perak yang pada gilirannya mendongkrak saham-saham pertambangan. Namun, tidak semua sektor mencatat hasil positif. Sektor barang konsumsi pokok, yang sempat diuntungkan selama aksi jual teknologi, mengalami penurunan paling tajam bersama sektor kesehatan, dengan keduanya sama-sama turun 0,86 persen.

Sektor kesehatan secara spesifik mencatat kerugian terbesar, di mana saham Waters anjlok 13,9 persen setelah produsen peralatan laboratorium tersebut memproyeksikan laba kuartal pertama di bawah perkiraan Wall Street. Investor juga mempertimbangkan pelemahan pada unit Becton Dickinson yang diakuisisi tahun lalu. Di sisi lain, Indeks SE Semikonduktor Philadelphia naik 1,4 persen, dengan saham Nvidia bertambah 2,5 persen, memberikan dorongan terbesar bagi S&P 500. Meskipun demikian, para pedagang masih harus menantikan hasil laporan keuangan dari pemimpin chip AI tersebut hingga akhir bulan ini.

Beberapa saham juga mengalami pergerakan signifikan yang cenderung negatif. Hims & Hers Health anjlok 16 persen, memperpanjang catatan kurang bagus selama tujuh hari berturut-turut. Saham Workday merosot 5 persen setelah penyedia perangkat lunak sumber daya manusia itu mengumumkan bahwa salah satu pendirinya, Aneel Bhusri, akan kembali menjabat sebagai CEO. Sementara itu, saham Kyndryl mengalami penurunan drastis sebesar 54,9 persen setelah penyedia layanan IT tersebut menunda pengajuan laporan triwulanan dan mengindikasikan adanya kelemahan material dalam pelaporan keuangannya. Volume perdagangan pada hari Senin relatif rendah, dengan sekitar 17,78 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 20,66 miliar saham selama 20 sesi terakhir. (*)

Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan keterbukaan berita dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *