📊 Market Update – Bursa Efek Indonesia

Penangkapan Maduro Pengaruhi Harga Minyak

Penangkapan Maduro Pengaruhi Harga Minyak

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat bisa memicu masalah signifikan, termasuk potensi kenaikan harga minyak. BRI Danareksa Sekuritas mengingatkan bahwa konflik semacam ini membawa ketidakpastian geopolitik global, yang biasanya membuat para investor mengambil sikap lebih berhati-hati.

Pihak sekuritas menyatakan bahwa pasar keuangan dan komoditas biasanya sangat responsif terhadap kenaikan risiko, meskipun dampak fundamental sebenarnya terhadap ekonomi global sangat ditentukan oleh berapa lama konflik berlangsung dan seberapa besar skalnya. Setelah penangkapan Maduro, spekulasi pasar terkait potensi gangguan pasokan minyak dapat menjadi pendorong kenaikan harga minyak, walau banyak analis berpendapat bahwa cadangan dunia yang luas mungkin bisa menahan kenaikan drastis.

Advertisement
Advertisement

Reaksi pasar global menunjukkan variasi. Logam safe haven seperti emas meningkat, namun beberapa indeks saham di pasar Asia justru naik karena para investor juga memperhatikan data ekonomi dan indikator fundamental lainnya di luar persoalan konflik itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa respons pasar tidak selalu seragam, karena investor tengah menimbang risiko geopolitik bersama ketidakpastian makroekonomi lainnya, termasuk data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.

Kondisi Venezuela sendiri menjadi faktor kunci. Negara ini diketahui memiliki cadangan minyak mentah sangat besar, yang mencapai sekitar 303 miliar barel menurut data Energy Institute berbasis di London. Angka ini setara dengan 17% cadangan minyak global, menempatkan Venezuela di posisi teratas dunia mengungguli Arab Saudi. Sebagian besar cadangan tersebut berada di wilayah Orinoco Belt, yang kaya akan minyak berat berkadar sulfur tinggi. Meski lebih mahal untuk diproduksi, minyak jenis ini tidak terlalu kompleks secara teknis.

Namun, besarnya cadangan ini berbanding terbalik dengan realitas produksi saat ini akibat sanksi internasional dan berbagai masalah internal. Produksi telah menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir. Venezuela pernah mencapai puncak produksi 3,5 juta barel per hari (bph) di era 1970-an, menyumbang lebih dari 7% produksi minyak dunia saat itu. Namun, sepanjang tahun 2010-an, produksi telah turun di bawah 2 juta bph. Tahun lalu, rata-rata produksi hanya berkisar pada angka 1,1 juta bph atau sekitar 1% dari total produksi global, setara dengan produksi minyak negara bagian North Dakota di Amerika Serikat. Hambatan ekspor akibat sanksi semakin memperumit situasi pasokan dari negara kaya minyak ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *